Sharing ini saya buat pada bulan Desember 2002 kepada teman2ku dan kejadiannya Desember 1991.
Pernah ada salah satu teman yang bilang bahwa daripada pusing dan tidak bisa menerima "kenyataan", lebih baik kita belajar untuk bersyukur dengan keadaan kita, apapun buruknya itu..... lebih baik kita memberikan berkat untuk orang lain dengan talenta yg kita punya, daripada diam merenungi "nasib".... Yah ... saya setuju sekali dgn kata2 itu .... Hanya kata "nasib" saya revisi sedikit menjadi "hidup ini", karena buat saya tdk ada kata nasib atau takdir.... . Jadi Jangan lari dari kenyataan hidup ini .... Kita harus jalani hidup ini apa adanya .... ada beberapa e-mail yg pernah saya terima yg menyatakan bahwa "hidup itu indah" hihihi ... bener gak??? Tergantung yang menjalaninya.
Sharing :
Saya sudah menikah selama 13 tahun dan sampai saat ini saya belum dikaruniai anak. Dulu pernah setelah menikah 1,5 tahun saya berobat dan dinyatakan hamil, tapi karena obat yg saya minum dari dokter mungkin agak keras, akhirnya saya kena “kista” dan kistanya dibuang dgn jalan operasi sekalian ovarium saya disebelah kiri juga diambil karena kistanya sudah pecah dan menempel di ovarium. Lha, mengenai kehamilan saya ..... wah .... Cerita mulanya begini : saya sudah salah jalan, karena waktu kena kista, perut saya kembung selama 10 hari , saya lari ke dokter internis, sedangkan saya tidak terpikir kalau saat ini khan saya sedang ditangani oleh “dokter kandungan” dan malah dari dr internis saya disuruh CT scan ..... Hasil dari CT scan saya dinyatakan kanker rahim ganas dan dlm waktu 6 bulan saya “meninggal” (yg tahu hanya suamiku, krn baca hasil lab yang dikasih oleh dokter). Karena urusan rahim, maka suami cari dokter kandungan lain lagi, ternyata setelah di USG hasilnya saya hanya kena “kista”, tapi sudah pecah dan harus cepet2 dioperasi.
Sebenarnya saya sewaktu habis dioperasi kista (masih di RS), saya mual2 dan nggak suka makan, tapi dokter kandungan mengatakan dgn nada agak marah bahwa "Ibu dalam keadaan sakit tidak mungkin hamil" terus saya malah diberi obat sakit maag “milanta” juga nggak saya minum karena baunya manaaa tahaaannn. Setelah plg dari RS saya iseng2 ke lab periksa urin utk kehamilan … eee ternyata saya dinyatakan “positif”….. saking senengnya kami teringat kepada dokter kandungan yg pertama (yg sdg tangani saya)…. Kami cerita apa yg baru terjadi …. dokternya kaget …. Ya sudah saya akan tolong bayinya, tapi kalau ct-scannya diatas 10 mikron saya angkat tangan kata dokter tsb. Setelah dokter tanya di RS dimana saya dict-scan kata dokter tsb saya dictscan diatas 10 mikron….. akhirnya saya dikuret, karena kalo tdk anaknya bisa cacat. Oya kami sdh punya nama utk anak kami tsb, namanya Kevin…. Kami berdua sudah minta maaf dan sudah mendoakan anak kami almarhum pada perjamuan misa kudus.
Wah dasar saya “Oon” sudah salah jalan ke dokter internis … saya dibilang mau mati …. eee dibilang gak hamil …. Berapa kali salah tuh….atau memang Tuhan belum menghendaki saya punya anak kali yaaaa…..:p
Jadi kesimpulannya : apa yang dikatakan seorang dokter belum tentu benar 100%, maaf saya bukan menghakimi tapi hanya mengingatkan, karena dokter juga seorang manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Saya sudah memaafkan. Nah, dgn kejadian tsb. akhirnya saya menjadi trauma nggak mau pergi ke dokter kandungan lagi selama 6 tahun....
Mungkin dari teman2 ada yg bertanya koq nggak coba dgn pengobatan alternatif..... sudah banyak yg saya coba dan hasilnya bahkan “sangat mengecewakan” sekali .... ceeediihhh sekali…. Tidak utk diceritakan …. biar utk kami berdua aja….. hehehe….
Yah kami berdua sudah ada umur, sekarang kami sudah pasrah total kepada Tuhan saja ... terserah apa yang Tuhan mau berikan pada kami..... meskipun mungkin dalam bentuk lain, bukan anak.
Oya, sekali lagi thanks to God juga, karena Tuhan telah mempersiapkan kami bahwa orang tua dari suami tidak pernah menanyakan soal anak pada kami, juga sebaliknya orang tua saya sendiri tidak pernah menanyakan soal anak kepada kami berdua. Yah Tuhan telah mengatur semuanya.
Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada milis lain yg saya ikuti, yang mana Tuhan punya rencana dan kehendakNya melalui caranya sendiri melalui teman2 di milist tsb.... Thanks to God. Terus terang saya sungguh merasa terharu tiba2 didalam saling bincang2 di milist tsb. ada salah satu anak yang menyebut saya dgn panggilan “mama”... "siapa sangka kalau hal itu bisa terjadi" .... bahkan seperti sebagai provokatornya yg akhirnya diikuti oleh teman2 yang lain dengan sebutan “Mams alias Mama suyin” hehehe….. oyah… suamiku juga dipanggil “Paps alias Papa Suyin” …..Semua adalah karena kasihNya. Thanks to God.
Maaf kalo sharingnya agak panjang yaa... Itu saja yang ingin saya sharingkan kepada teman2 semua .... Maafkan saya apabila ada perkataan yang kurang berkenan di hati dan salah ucap atau ketik.
Semoga Tuhan senantiasa memberkati teman2 semua.
Salam dalam Kasih Tuhan,
Suyin
Jakarta, 17 Desember 2002
Friday, June 13, 2008
Read More..
Labels:
My Sharing