By Rm. J. Sudrijanta, SJ on April 21st, 2008
Seperti apakah Rumah Bapa di Surga atau Rumah Abadi? Orang-orang yang pernah mati, atau
yang pernah mengalami jeda kehidupan, berkisah bahwa mereka menemukan suatu tempat yang luas tanpa batas. Di sanalah mereka mengalami ketenangan, damai, cinta tanpa batas.
Kesaksian mereka cocok dengan kesaksian Yesus. “Janganlah gelisah hatimu… Di rumah BapaKu, banyak tempat tinggal.” (Yoh 14:1-2a) Di rumah Bapa, ada ruang yang luas tanpa batas. Cukup untuk semua umat manusia. Di sanalah ketenangan, damai, cinta tanpa batas.
Jalan ke Rumah Abadi
Semua orang pasti akan sampai di rumah Bapa atau Rumah Abadi, kecuali mereka yang menolak Roh Kebenaran. Roh Kebenaran itulah yang akan menuntun setiap insan menuju ke Rumah Abadi.
Kristus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Roh Kristus atau Roh Kebenaran itulah yang akan menuntun setiap orang ke rumah Bapa. (Bdk Yoh 14:6) Jalan di bumi ini selalu menghubungkan dari titik berangkat yang satu ke titik tujuan yang lain. Namun jalan ke Rumah Bapa tidak punya titik tujuan lain. Jalan itu adalah tujuan itu sendiri. Itulah yang dimaksud Yesus “Akulah Jalan…” Ia adalah Jalan sekaligus Tujuan. Yesus dan Bapa adalah satu. Barangsiapa telah melihat Yesus, telah melihat Bapa (Yoh 14:9)
Dialah Kebenaran, Kebenaran yang Hidup (the Living Truth) atau Kristus yang Hidup (the Living Christ). Tidak ada agama di atas Kebenaran ini. Roh Kebenaran itu akan membimbing kita kepada kepenuhan Kebenaran itu, bukan kesempurnaan ritual agama, dogma, konsep, atau ajaran. Itulah yang sungguh-sungguh menghidupkan.
Kalau kita sudah bisa melihat Jalan itu, maka kita akan bisa menyentuh Kebenaran dan Hidup. Tentu saja kita tidak bisa melihat dan menyentuh secara fisik, melainkan secara roh. Dalam diri kita ada roh. Roh kita bisa berkomunikasi dengan Roh Kebenaran. Seperti menyelaraskan frekuensi gelombang, kita bisa menyelaraskan gerak roh kita dengan gerak Roh Kebenaran. Roh manusia yang sudah matang akan mampu mengenali Roh Kebenaran tanpa banyak kesulitan. Roh seorang manusia yang belum matang, masih terus akan mengembara galam kegelisahan. Dan kegelisahan ini baru akan berhenti total saat orang sampai di rumah Bapa.
Di Manakah Rumah Bapa Berada?
Dengan melihat Yesus, kita mengenal Bapa: “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yoh 14:7)
Yesus dan Bapa adalah satu. Tubuh Kristus adalah kediaman Bapa dan Tubuh Bapa adalah kediaman Kristus. Bagi kita, Tubuh Kristus adalah rumah kita dan tubuh kita adalah Rumah Kristus.
Menempatkan Kristus atau Bapa jauh di atas dan kita jauh di bawah tidak akan membantu menyentuh Kristus yang Hidup dalam diri kita. Rumah Kristus atau Rumah Bapa sudah begitu dekat dengan kita. Ia sudah berada dalam rumah kita dan kita sudah berada dalam Rumah Bapa. Roh Kristus sendiri yang akan menuntun roh kita untuk masuk di kediamanNya.
Kapankah kita sampai ke Rumah Abadi?
Semua orang pasti akan sampai di rumah Bapa. Masalahnya adalah waktu: kapan orang dapat sampai ke Rumah Abadi? Anda pikir 10 atau 50 tahun lagi saat anda mati? Apakah setelah mati, otomatis anda bisa masuk Rumah Abadi? Kalau tidak, berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk berjalan masuk ke Rumah Abadi: 100 tahun, 1.000 tahun?
Kalau kita mencari Kristus atau Bapa dalam waktu, kita tidak akan menemukan. Kita berharap sampai di Rumah Bapa nanti setelah mati. Tetapi saat nanti ditentukan oleh saat sekarang. Kalau sekarang kita tidak mengenal Kristus yang hidup, bagaimana kita menemukan Jalan ke Rumah Bapa? Kalau saat ini kita mengenal Kristus, saat ini pula kita tahu Jalan ke Rumah Bapa.
Hidup dalam Roh Kristus sekarang bukan hanya menentukan hidup dalam Rumah Abadi nanti, tetapi juga menentukan kualitas pencapaian hidup yang sekarang. “Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” (Yoh 14:12) Setiap roh manusia mempunyai misi hidup masing-masing. Ia ditetapkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar sekarang ini juga sejauh bersatu dengan Roh Kristus.
Latihan Berjalan ke Rumah Bapa
Marilah kita berlatih berjalan sambil menyelaraskan frekuensi gelombang roh kita dengan frekuensi gelombang Roh Kristus. Mari kita belajar melakukan meditasi jalan dengan mendaraskan dalam hati kata-kata berikut ini. Lakukanlah pendarasan ini seirama dengan setiap nafas dan langkah anda sampai anda tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Berjalanlah dengan pelan dan relaks. Satukan kesadaran, irama nafas dan langkah anda.
Aku melangkah
Aku sudah sampai
Kristus adalah rumahku
Aku adalah rumah Kristus
Aku melangkah
Aku sudah sampai
Bapa adalah Rumah Kristus
Kristus adalah Rumah Bapa
Aku melangkah
Aku sudah sampai
Bapa adalah rumahku
Aku adalah rumah Bapa
Aku melangkah
Aku sudah sampai.
Anda bisa berlatih meditasi jalan saat anda datang atau pulang dari gereja atau saat anda berjalan untuk menyambut Tubuh Kristus. Anda bisa berlatih saat pulang ke rumah habis kerja atau saat pergi bekerja. Kapan saja dan di mana saja anda bisa berlatih. Setiap kali kita melangkah, kita sudah mencapai tujuan perjalanan kita. Dalam setiap langkah, kita menemukan ketenangan, damai, cinta tanpa batas.*
Thursday, June 19, 2008
Read More..
Labels:
Meditations